Usman adalah seorang remaja berumur 17 tahun yang baru lulus SMA , ia bisa di katakan orang yang baik , tetapi wajahnya biasa biasa saja. Usman termasuk orang yang shalih , karena setiap waktu selalu hadir di Musholah untuk melaksanakan Shalat 5 waktu , Keluarganya juga cukup di pandang di Masyarakat .
Usman senang sekali kalau dia bersama teman , dia sering bercerita dan bercanda dengan teman temannya , apalagi dia adalah seorang yang cukup cerdas , Tiap kali temannya mempunyai masalah ia selalu membantunya dengan saran maupun membantu secara langsung . Akan tetapi Usman seorang yang pemalu kalau berhadapan dengan seorang wanita , dia tidak berbicara banyak kalau sedang berbicara dengan wanita , apalagi berbicara dengan Aisyah . Usman sangat menyukai Aisyah , tetapi ia malu untuk mengatakannya karena wajah ia yang pas pasan dan keluarga yang sederhana , sedangkan sosok Aisyah yang cantik bagaikan rembulan yang bersinar di malam hari dan keluarganya yang bercukupan . Ia selalu mengingatnya waktu ia ingin tidur , dan terbangun dalam tidur , ia selalu memikirkan bahwa kalau misalnya Aisyah menjadi istrinya suatu saat nanti , pasti ia sangat senang sekali .
Pada suatu hari Usman sedang duduk bersama pamannya sambil minum teh.
Usman : “Paman , bagaimana paman menyatakan cinta pada bibi ?”
Pamannya : “Yah ,,,, mengungkapkan cintanya kepada bibi ! (Setelah itu meminum teh yang ada di meja)
Usman : “Apakah paman seberani itu ?” (sambil dengan nada yang ingin tahu )
Pamannya : “Pertamanya paman malu , tapi kalau tidak diaungkapkan , rasa ini terasa percuma , dan untuk melakukan itu kita hanya butuh 20 detik keberanian yang cukup membuat kita gila “ (Tersenyum )
Usman dan pamannya melanjukan minum tehnya .
Siang yang cerah , Usman sedang duduk menjaga warung ibunya , sambil membaca buku. Lalu entah mengapa sosok Aisyah datang , langsung saja Usman berdiri dan kaget , lalu ia langsung menyambutnya dengan senyuman.
Aisyah : “Assalammualikum Usman”. (Dengan senyumnya yang manis).
Usman : “Wa’alaikumSallam “. (Sedikit malu sambil menundukan kepala).
Aisyah : “Usman , Aku mau beli mie rebusnya satu yah “
Usman : “owh ,,,, ia ia , tunggu sebentar yah “ (ia langsung masuk kewarung)
Setelah Usman keluar membawa mie rebusnya , ia langsung memberikannya kepada Aisyah, lalu Aisyah pun memberikan uang nya . Entah mengapa Usman pun mengingat apa kata pamannya bahwa “melakukan itu (Menyatakan Cinta) kita hanya butuh 20 detik keberanian yang cukup membuat kita gila” , pada saat itulah Usman mengajak Aisyah untuk berbicara sebentar .
Usman : “Aisyah , apakah kamu mau berbicara sebentar dengan saya disini”
Aisyah : “Owhh... yah tidak apa-apa kok , emang kamu mau berbicara apa ?"
Usman : “Begini Aisyah , apabila suatu saat kita hidup bersama , kita akan bahagia gak ?” (Sambil gugup)
Aisyah : “Maksudnya ,,, ?”
Usman : “Maksudnya gini Aisyah , Kalau misalnya aku mempunyai anak dari rahimu , apakah kamu senang ?” (Dengan muka yang merah dan jantung yang berdetak kencang )
Aisyah : “Aku jadi gak ngerti dah ,,,,, ?”
Usman : “Kamu mau suatu hari nanti menjadi yang mukhrim untukku , untuk melahirkan anak-anak ku , dan mendampingi ku untuk menjalani hidup di dunia ini untuk akhir hayat ?” (Sambil tersenyum dan gugup)
Aisyah kaget mendengar itu , dengan wajah yang merah.
Aisyah : “ kenapa tidak ?” (Tersenyum dan mulai pergi dari depan warung Usman)
Usman sangat gembira mendengar itu , dan usman lalu duduk di depan warungnya dengan wajah yang ceria.
Tujuh tahun kemudian Usman telah melamar Aisyah , dan aisyah dan keluarganya pun menerimanya , di karenakan Usman adalah orang yang baik . Rumah tangga mereka sangat bahagia dengan di karuniakan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan , anak laki-laki ia beri nama Muhammad Abdullah dan yang perempuan ia beri nama Fatimah .
0 komentar:
Posting Komentar