Umar adalah seorang pedagang , setiap paginya ia berdagang sayuran di pasar . pada suatu hari dagangan yang ia jual tidak laku-laku , walaupun demikian ia tetap bersabar dengan ketakwaan ia kepada Allah swt , bahwa Allah sedang menguji keimanan umar saat ini .
Sepulangnya Umar dipasar ia langsung di sambut oleh istrinya di rumahnya dengan wajah yang kurang semangat , tanya umar kepada istrinya "Umi , kenapa kamu ? kurang enak badan yah .... ?" , Aisyah menjawab ,"Iyah bi , dari tadi pagi kepala umi sakit " , Mendengar itu umar tidak bercerita tentang sayurannya yang tidak laku di pasar , lalu Aisyah disuruh istirahat oleh umar di kamar .
Umar pun kedapur untuk makan , akan tetapi tidak ada lauk pauk di sana , mungkin umarpun belum memberikan uang belanja kepada Aisyah karena ia belum punya uang , akan tetapi dengan ketaqwaan umar kepada Allah swt , ia tetap menerimanya dengan sabar .
Dia lihat cucian baju masih belum di cuci istrinya , diapun bergegas mencucinya , dengan senang hati ia mengerjakan pekerjaan rumah karena ia kasihan melihat Aisyah yang sedang sakit . Seusai itu bertepatan waktu dzuhur , ia pun bergegas untuk shalat , kali ini dia tidak shalat di masjid melainkan shalat di kamarnya , setelah shalat ia berdo'a kepada Allah swt .
"Ya, Allah maapkanlah dosa hambahmu ini yang penuh dosa"
"Ya Allah terima kasih kalau kau masih sayang pada hambamu ini , karena saya tahu bahwa seluruh cobaan ini adalah sayangnya Engkau kepada hambamu "
"Ya Allah terima kasih kau telah memberikan aku istri yang setia menemaniku di saat aku susah , karena ia telah membuatku semangat bertakwa kepadamu , dia yang memberikan aku motivasi untuk hidup di dunia ini , dia yang membuatku menjadi orang yang sabar dengan cobaanmu ini "
"Ya Allah berikanlah aku kemudahan untuk membahagiankannya di dunia maupun akhirat "
"Ya Allah berikanlah kesabaran kepada istriku untuk menghadapi cobaanmu "
"Hanya kau lah tempatku berserah diri , karena kau maha pengasih lagi maha penyayang"
"Amin"
Aisyah yang sedang di tempat tidur mendengar semua do'a yang umar ucapkan , ia meneteskan air mata , ia sangat berterima kasih kepada Allah swt , karena telah di berikan suami yang sangat bertaqwa kepada Allah dan sayang sekali kepadanya .
Setelah umar melihat Aisyah terbangun dan umar berdiri untuk meminta maap kepada Aisyah " Umi , maapkan suami mu ini yang tidak bisa membahagiakanmmu ." . Tetapi Aisyah menjawab dengan tetesan airmata "Ya Abi , tidak apa-apa aku tidak dapat mendapatkan dunia , tetapi aku sangat bahagia mendapatkat mu , karena itu adalah kebahagian sebenarnya .
0 komentar:
Posting Komentar